Pada tanggal 6 – 17 Nopember 2006 berlangsung Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim di Nairobi. Perubahan iklim dan pemanasan global terjadi akibat produksi CO2 yang berlebihan dan berkurangnya fungsi hutan untuk mengikatnya dan mengubah menjadi O2. Selain itu pemanasan global juga timbul karena produksi gas rumah kaca yang tidak terkendali. Sementara solusi ekonomi yang disodorkan adalah skema perdagangan karbon (carbon trade) seperti yang disepakati melalui Protokol Kyoto.Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan tropis yang luas memang harus memiliki fokus yang jelas untuk mendapatkan dana mitigasi dan adaptasi ini dalam Konferensi PBB, seperti dikatakan oleh Dadang sebagai anggota delegasi dari Indonesia. Apalagi Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) menyatakan bahwa selama 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air setinggi 10 – 25 cm. UNEP memprediksi, bila kenaikan permukaan air laut naik sampai 30 cm – 50 cm, sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia harus mengungsi. Ini berarti air laut akan menenggelamkan daratan Indonesia seluas 34.000 kilometer persegi.
Pantai-pantai yang diperkirakan tenggelam adalah pantai utara Jawa; pantai selatan, timur, barat Kalimantan; pantai barat Sulawesi; serta daerah rawa di Papua yang terletak di pantai barat dan selatan. Tanda kenaikan permukaan air laut di Indonesia kian tampak. Dalam rentang waktu 1925 – 1989 saja, percepatan kenaikan permukaan air laut setiap tahun setinggi 4,38 mm per tahun di Jakarta, 9,27 mm di Semarang, 5,47 mm di Surabaya. Atau rata-rata di Indonesia terjadi percepatan tinggi muka air laut 8.00 mm.
Kenaikan permukaan air laut tersebut dapat dimaklumi karena adanya kenaikan suhu bumi dalam kontek pemanasan global (global warming). Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak 1980-an, disimpulkan bahwa planet bumi akan mengalami kenaikan suhu rata-rata 3,5 derajat Celcius akibat penumpukan gas rumah kaca. Menurut Deputi Meneg LH Bidang Konservasi SDA dan Pengendalian Lingkungan, Masnellyati Hilman, indikasi pemanasan global telah terasakan di Indonesia.
Kalimantan yang biasanya bersuhu 35 derajat celcius naik menjadi 39 derajat Celcius, Sumatera dari 33-34 naik menjadi 37 derajat Celcius, dan Jakarta dari 32-33 naik menjadi 36 derajat Celcius. Dengan kenaikan suhu yang tergolong drastis itu diperkirakan dalam 15 tahun ke depan akan ada pulau-pulau kecil di Indonesia yang tenggelam. Melihat kenyataan ini bahkan Australia yang sebelumnya menolak menanda-tangani Protokol Kyoto malah mengajak dibentuk “Kyoto Baru” di Asia yang melibatkan Cina, India, AS, Australia, Korea Selatan, dan Jepang.
belajar forex
forex
bisnis internet
internet marketing
belajar internet marketing
belajar internet marketing
internet marketing
bisnis internet
walet
sarang walet
cd walet
sarang burung walet
rumah walet
mesin walet
best forex robot
best forex robots
forex robots
forex robot
forex signal
forex signals